Pencurian Uang via ATM dengan Metode Skimming


Akhir-akhir ini Anda barangkali tergelitik dengan banyaknya berita seputar raibnya uang nasabah beberapa bank yang bahkan menimpa para nasabah dari bank-bank terkenal. Dalam pemberitaan tersebut dikatakan bahwa kebanyakan para pembobol uang nasabah tersebut menggunakan teknik skimming. Tapi tahukah Anda apa itu skimming? Barangkali tulisan berikut ini dapat sedikit menjawab pertanyaan Anda tersebut.

Skimming adalah pencurian informasi kartu kredit yang digunakan dalam transaksi yang sah. Hal ini bias saja merupakan “pekerjaan orang dalam” oleh karyawan yang tidak jujur dari perniagaan (jenis usaha) yang sah. Pencuri bisa mendapatkan nomor kartu kredit korban dengan menggunakan metode dasar seperti fotokopi tanda terima atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan alat elektronik kecil (Skimmer) untuk menggesek dan menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban. Skenario umum untuk skimming adalah restoran atau kafe di mana Skimmer (baca:pelaku skimming) telah memiliki kartu kredit korban diluar sepengetahuan mereka. Si pencuri juga dapat menggunakan tombol kecil, kemudian diam-diam menuliskan 3 atau 4 digit Kode Keamanan Kartu yang tidak muncul pada strip magnetik.

Kasus-kasus yang telah dilaporkan anatara lain di mana pelaku telah meletakkan perangkat di atas slot kartu dari ATM (mesin kasir otomatis), yang membaca strip magnetik namun tidak sadar kartu mereka telah melewati alat tersebut. Alat ini sering digunakan disertai dengan kamera lubang jarum dimana pada saat yang sama membaca PIN pengguna .

Praktik Skimming tersebut sulitlah dideteksi oleh si pemegang kartu , tetapi mengingat sampel yang cukup besar, itu cukup mudah bagi penerbit kartu (bank) untuk mendeteksinya. Penerbit kartu dapat mengumpulkan daftar semua pemegang kartu yang telah mengeluhkan tentang penipuan transaksi, dan kemudian menggunakan data mining untuk menemukan hubungan di antara mereka dan toko-toko yang mereka gunakan. Misalnya, jika banyak dari pemegang kartu menggunakan toko tertentu, maka toko itu dapat langsung diselidiki. Algoritma yang canggih juga dapat mencari pola-pola penipuan. Pihak toko harus memastikan keamanan fisik terminal mereka, dan hukuman bagi toko tersebot bisa sangat berat jika mereka terganggu, mulai dari denda yang besar oleh bank hingga dikeluarkan dari sistem mereka, yang dapat menjadi pukulan maut untuk bisnis seperti restoran di mana kartu kredit transaksi adalah norma.

Namun yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini yaitu alat skimmer tersebut dipasang oleh para pembobol di tempat-tempat mesin penarikan umum (ATM) di sejumlah tempat secara acak. Untuk itu yang bisa disarankan adalah berhati-hatilah bila akan melakukan transaksi di tempat-tempat penarikan uang tunai yang dipasang di tempat umum. Sebisa mungkin bila terpaksa melakukan penarikan uang melalui ATM, lakukanlah di ATM yang tersedia di dekat bank ataupun di ATM-ATM yang dijaga oleh kepolisian.

One comment

  1. ryan

    aku juga baru ja kehilangan uang lewat atm. atm ku hilang dan terus ku blokir tapi lucunya biarpun dah ku blokir melalui bank tap masih hilang juga. sekarang siapa yang harus bertanggungjawab? bank kan. bank harus bertanggungjawab karena telah terjadi pemblokiran oleh bank itu sendiri. tapi masih juga hilang. maaf saja. Aku Nyimpang Uang di BRI dengan pakai ATM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s